oleh

Pekerjaan Peningkatan Saluran Irigasi di Desa Sukaraja Diduga Asal Jadi

Sangrajawalinews.com || Bekasi – Pekerjaan Saluran irigasi yang berlokasi di kampung Pete Cina,Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi diduga syarat penyimpangan dan kecurangan.

Hal itu dikatakan N.Rudiansyah, Sekjen DPP LSM Prabu (Pergerakan Rakyat Bersatu) Kabupaten Bekasi.

“Irigasi jelas asal jadi dengan menggunakan volume yang tidak sesuai, diduga ada material bekas, pemakaian semen pun tidak sesuai, sehingga sangat rapuh dan gampang rusak,” ujarnya. Jumat (04/06/2021).

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan LSM Prabu,Rudi menilai pelaksana kegiatan tidak transparan dengan tidak memasang papan informasi kegiatan pekerjaan itu.

“Batu lama tidak dibongkar dan pemasangan batunyapun diduga asal asalan tidak sesuai, Begitu juga dengan batu lama tidak dibongkar untuk pemasangan irigasi, sehingga saat dikeruk menggunakan tangan sangat lembut bercampur tanah ,” jelas Dia.

Rimbon, salah satu pekerja membenarkan hanya sebagian pemasangan batu yang dibongkar menggunakan sisa batu bekas untuk dipasang kembali.

Saat di konfirmasi terkait sumber anggaran dan volume pekerjaan serta masa hari kerja, Rimbon mengatakan tidak tahu menahu.Dia mengarahkan tim untuk menanyakan ke kaur pembangunan.

Sementara Nano, ketika ditanyakan pekerjaan tersebut juga tidak tahu menahu.ia pun mengarahkan tim untuk menanyakan ke kepala Desa Sukaraja.

Tim media,Jumat (04/06) kemudian berusaha menemui kepala Desa ke kantornya namun belum dapat di konfirmasi,lalu tim mendatangi kediaman Kepala Desa untuk menanyakan kegiatan saluran irigasi dan pembangunan kantor Desa Sukaraja kembali belum bisa di konfirmasi.

Pada hari Sabtu (05/06) tim media kembali berusaha menemui Kepala Desa Sukaraja hingga berita ini di terbitkan Kepala Desa Sukaraja belum dapat di mintai keterangan.

(Ded/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Kegiatan proyek yang didanai oleh pemerintah untuk pembangunan infrastuktur pedesaan perlu dipantau oleh semua pihak, mengingat indikasi kebocoran dana yang tinggi dan mengakibatkan kualitas pekerjaan “amburadul”

News Feed