Dalam Rangka Menyusun RKAS, K3S Gelar Rapat Koordinasi Tahun Ajaran Berjalan 2021

Advertisement





Dalam Rangka Menyusun RKAS, K3S Gelar Rapat Koordinasi Tahun Ajaran Berjalan 2021

Redaksi
10 Februari 2021


Sangrajawalinews.com | Lampura - Kelompok Kerja Kepala Sekolah K3S di SD Negeri 5 Madukoro Kota bumi Utara Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung.


Kegiatan ini merupakan kewajiban pihak penyelenggara Pendidikan menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) dan Sosialisasi buku Tematik, buku teks pendamping, Bhs.Lampung, Asesmen Nasional, Calistung, literasi pramuka siaga dll dri penerbit Erlangga, Intan Pariwara, Intisari Niaga, Masmedia, Wahana dan Gramedia.dan pengenalan media Merdeka 45 serta media Gerbang 88. Rabu, (10/2/2021).



Seperti sumber Bantuan Oprasional Sekolah BOS maupun dari sumber dana di luar Pendidikan, atau sumber sejenis, namun berbeda jenis kegiatan yang berasal dari sumber APBN/APBD tahun ajaran berjalan.


Ketua K3S Ibu Dwi Margiyati, S.Pd Menyampaikan untuk menyusun RKAS perlu banyak keterlibatan orang tua murid dan Dewan Komite Sekolah.


Seperti penyusunan RKAS dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sangat baik untuk di ketahui kebutuhan sarana prasarana sekolah yang di butuhkan dari BOS begitua juga kebutuhan lainnya.


Sehingga diperlukan partisipasi dan kesepakatan mereka untuk membantu dalam peningkatan sarpras sekolah.” katanya.


Selain itu, pihaknya akan terus menjalin kerja sama dan memaksimalkan seluruh komponen stekholder, dalam sosial kontrol terutama dalam Pengawasan Inspektorat Lampung Utara.


"Terutama pada proses ngajar-mengajar tidak terlepas dari fungsi kontrol orang tua siswa dalam proses belajar," ujarnya. 


Rapat penyusunan RKAS ini dilakukan sebagai amanat Permendikbud Nomor 8 tahun 2020.Memaksimalkan penggunaan dana BOS dengan prinsip transparansi dan efesiensi.


Pertemuan ini menetapkan tim BOS dan RKAS tahun anggaran 2021. Kemudian penggunaan dana BOS disesuaikan dengan rapor, mutu sekolah tahun 2020-2021.


"Ini dititikberatkan kepada poin yang belum mencapai Standar Nasional Pendidikan SPN, yakni pemeliharaan sarana prasarana terutama pengadaan penunjang proses belajar mengajar berbasis informasi teknologi," sebutnya.


Kegiatan ini dihadiri pengawas sekolah mewakili Kepala Cabang Dinas wilayah III, pengurus Komite Sekolah, perwakilan orang tua siswa, dan dua puluh tiga (23) KEPSEK satu diantaranya sedang izin sakit tidak dapat menghadiri kegiatan rapat. (DR/tim)