Terkait Kasus Korupsi, Kejari Kab. Bekasi Tahan Mantan Kades Nagasari

Advertisement



Terkait Kasus Korupsi, Kejari Kab. Bekasi Tahan Mantan Kades Nagasari

Redaksi
05 Januari 2021

Foto: Ilustrasi


Sangrajawalinews.com | Bekasi - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi telah menahan Camin Mulyadi Mantan Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi yang diduga sebagai tersangka kasus tindak Pidana Korupsi sewa menyewa Tanah Kas Desa (TKD).


Sambung Alan Silalahi, bahwa Camin Mulyadi ditahan selama 20 hari kedepan terhitung sejak tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan 9 Januari 2021 kata Alan Silalahi (4/1/2021).



Alan Silalahi menjelaskan, bahwa penahanan Camin Mulyadi adalah hasil dari pengembangan kasus dari Mantan Kades Nagasari, Martham Bin HB Wijaya yang telah divonis lebih dulu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung.


"Bahwa Tipikor Bandung sudah menetapkan Martam Bin HB Wijaya yang telah melakukan tindak Pidana Korupsi Pemerasan dalam Jabatannya kepada pihak pengelola Pasar Kupang," jelas Alan.


Alan memaparkan, didalam putusan bahwa Martham divonis oleh Pengadilan Tipikor dengan Pidana Penjara selama 4 Tahun dan denda Rp.200 Juta, pada kasus tersebut, Camin Mulyadi sebagai saksi dari Martham Bin HB Wijaya.


"Ketika Camin Mulyadi menjadi saksi, keterangan Camin bahwa sewa guna usaha lahan Tanah Kas Desa antara pihak Pemerintah Desa dengan CV. Persada Lestari pada Tahun 2017, hal itu sudah dibayarkan sebesar Rp.300 Juta selama 20 Tahun kedepan," papar Alan.


Alan Silalahi menambahkan, bahwa mekanisme pembayaran disepakati dengan Pemerintahan Desa Nagasari yang diangsur selama 1 Tahun, selanjutnya, Camin Mulyadi selaku Kepala Desa Nagasari saat itu sudah menerima pembayaran sebesar Rp.170 Juta dari PT. Biru Sistem Solusi dan Rp.125 Juta dari CV. Persada Lestari, namun Uang sebesar Rp.170 Juta dan Rp.125 Juta tidak disetorkan Camin Mulyadi ke Kas Desa, dengan alasan untuk keperluan Desa lain.


"Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menilai, bahwa diduga kerugian Negara sebesar Rp. 265 juta," ujarnya.


Atas perbuatannya Camin Mulyadi  dijerat hukuman minimal 4 Tahun Penjara dan maksimal 20 tahun Penjara serta denda sebesar Rp. 200 Juta hingga Rp.1 Miliar.


"Dalam kasus tersebut Kejaksaan Negeri Cikarang tetap mengejar kerugian Negara dan uang pengganti, namun masa penahanan Camin selama 20 hari hampir berakhir pada tanggal 9 Januari 2021, tapi akan kita perpanjang kembali," tandasnya. (Rifqi)