Viral di Medsos, Wakil Ketua DPRD Kab. Bekasi Sindir Anggaran Toilet Ratusan Juta

Advertisement



Viral di Medsos, Wakil Ketua DPRD Kab. Bekasi Sindir Anggaran Toilet Ratusan Juta

Redaksi
14 Desember 2020


SangrajawaliNews.com | Bekasi - Baru-baru ini, foto toilet baru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mangunjaya 04, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat viral di media sosial.


Toilet yang dibangun dengan anggaran dana hampir Rp200 juta itu tampak sangat sederhana. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman turut angkat bicara terkait anggaran pembangunan toilet di beberapa sekolah itu.


Ia mengakui, sejak awal sudah menyayangkan penganggaran pembangunan 488 toilet yang tersebar beberapa sekolah di Kabupaten Bekasi itu.


"Secara kasat mata, anggarannya memang terlihat fantastis. Tetapi itu kan program dinas," kata Soleman kepada wartawan, Minggu (13/12/2020).


Soleman mengatakan, sejak awal pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bekasi, pihaknya sudah mempertanyakan anggaran tersebut kepada Dinas PUPR (kini Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang). Namun kata dia, pihak dinas meyakini legislatif, kalau anggaran tersebut wajar.


"Mereka (Dinas Cipta Karya, red) sejak awal sudah kita tanya, tetapi mereka meyakini kita (DPRD, red), bahwa akan tanggung jawab," jelas pria berkacamata tersebut.


Pria yang menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi ini juga menambahkan, anggaran yang sangat fantastis tersebut berbanding terbalik, dengan kebutuhan anggaran lain. Dicontohkan dia, saat program rutilahu PDI Perjuangan hanya menghabiskan anggaran Rp50 Juta untuk pembangunan 1 rumah.


"Kita (PDI Perjuangan) dengan modal Rp50 juta sudah bisa bangun rumah lengkap dengan dapur, kamar mandi dan perabotan. 1 rumah tidak sampai menghabiskan Rp200 Juta," sindirnya.


Soleman berharap kedepannya untuk dinas, agar memiliki program yang dapat bermanfaat banyak kepada masyarakat. Sehingga, tidak terbentuk opini pemerintah dan legislatif, hanya menghambur-hamburkan uang dalam penganggaran.


"Yang lagi ramai ini semua kan masih opini. Kita tunggu saja toilet itu dibangun sampai selesai. Kan ada inspektorat dan BPK. Kalau ada kelebihan anggaran. Pasti disuruh balikin duitnya," tandasnya. (Red)