Oknum Kades di Kabupaten Bekasi Aniaya Warganya, Korban Laporkan ke Polisi

Advertisement




Oknum Kades di Kabupaten Bekasi Aniaya Warganya, Korban Laporkan ke Polisi

SANGRAJAWALI
11 November 2020


Sangrajawali News | Bekasi - Dituduh melakukan penganiayaan, Kepala Desa Srimahi Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat Sudarto Abdullah dilaporkan warganya ke Polres Metro Bekasi, Senin (9/11/2020) siang.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaporan bermula saat korban bernama Roin Bin Saman (49 th) warga Kp. Pulo Dadap Rt. 005/003 Desa Srimahi Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi mencari tukang Gerabak. Tak sengaja Roin melihat sekelompok orang sedang mengerjakan turap di belakang rumahnya.


"Saya bilang kalo bikin turap seperti itu rumah saya bisa kebanjiran, apalagi turapnya kecil," kata Roin kepada wartawan, Rabu (11/11/2020) pagi.


Dirinya lalu menanyakan hal tersebut kepada Ketua RW setempat, Ratim. "Namun pak RW ngakunya engga tahu menahu, lalu saya bilang ini mamang gimana jadi pegawai, ada orang kerja seperti itu koq dibiarkan aja," kata Roin, Setelah menyampaikan hal itu Roin kembali pulang ke rumahnya.


Selang beberapa menit, Roin dijemput RW Ratim untuk menemui Kepala Desa Sudarto di rumahnya, Kp Alas Malang RT 03 RW 02 Desa Srimahi Kecamatan Tambun Utara.


Sesampainya di rumah kepala Desa, Roin langsung dimaki-maki dengan bahasa yang tidak pantas sambil memukul kepalanya dengan menggunakan helm.


"Anjing luh emang gua ancam udah lama luh, gua mau matiin luh," kata Roin saat menirukan ucapan Kades pada saat itu.


Roin mengaku pipi dan telinganya dipukuli Kades Sudarto menggunakan helm sebanyak 4 kali hingga mengalami luka.


Atas kejadian tersebut Roin melaporkan kejadian penganiayaan terhadap dirinya ke Polres Metro Bekasi. Laporan Roin diterima petugas dengan laporan polisi nomor : LP./1189/833 -SPKT / K/XI/2020/Restro Bekasi tanggal 09 Nopember 2020.


"Sebagai istri, saya tidak terima suami saya dipukuli oleh Oknum Kepala Desa dengan menggunakan helm, apalagi alasannya tidak jelas, sampai dimanapun akan saya tuntut dan saya minta keadilan agar kepala Desa dihukum seberat-beratnya," ungkap istri Roin. (Rifqi)