Normalisasi Kali Bongsang Dulgani Antara Dua Desa, Diduga Proyek Siluman

Advertisement




Normalisasi Kali Bongsang Dulgani Antara Dua Desa, Diduga Proyek Siluman

SANGRAJAWALI
23 November 2020


Sangrajawali News | Bekasi - Pengerjaan normalisasi di Kampung Pulosirih diantara dua Desa, Desa Sukadarma dan Sukajadi, Kecamatan Sukatani dan Sukakarya Kabupaten Bekasi, menggangu aktivitas warga karena lumpur Berceceran di badan jalan.


Pembuangan lumpur pun paling banyak sebelah Desa Sukadarma sedangkan di Desa sebelahnya Desa Sukajadi hanya sedikit pembuangan tanahnya, dikarenakan ada beberapa kotak kolam ikan yang permanen. Sangat disayangkan  pekerjaan normalisasi kali bongsang dulgani diduga dikerjakan asal-asalan, yang mengganggu aktifitas warga Desa Sukadarma Dusun III Rt 01/06.


Pengerjaan proyek tidak terpasang papan informasi kegiatan dan tidak ada pengawasan dari dinas, baik dari pengawas maupun konsultan dan dinas tekait sehingga yang terjadi di lokasi jalan arah dari Desa Sukadarma sangat licin, lumpur berceceran dibadan jalan menjadi sangat licin. 


Menurut Supardi Anggota DHN P, KPK PEPANRI, Pemantau Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia Mengatakan, sangat mengganggu aktifitas warga masyarakat setempat.

 

"Sangat disayangkan kegiatan pekerjaan proyek tidak terpasang papan proyek diduga proyek siluman. Nilainya, Rp500.000 000 (lima ratus juta), sumber angaran dari APBD, bilamana pekerjaan proyek yang di biayai oleh uang negara hasilnya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan merugikan pemerintah serta pemanfaat, pengawas konsultan kegiatan ini berperan aktif dan dari dinas terkait harus tegas serta mengkroscek normalisasi kali tersebut," kata Supardi kepada Media, Minggu (22/11/2020).


"Jika ada hal yang menyimpang dalam penggunaan uang negara harus di tindak tegas," sambung Supardi.


"Dan pengerjaan normalisasi kali tersebut banyak yang dilewati seperti kodok loncat-loncatan dan diduga pengawas konsultan tutup mata, ada apakah pekerjaan normalisasi semua ini," tandasnya. (Dedi)