Idap Penyakit Tumor Langka, Bocah 13 Tahun di Cianjur Butuh Uluran Tangan

Advertisement




Idap Penyakit Tumor Langka, Bocah 13 Tahun di Cianjur Butuh Uluran Tangan

SANGRAJAWALI
21 November 2020


Sangrajawali News | Cianjur - Ramai beredar di media sosial facebook tentang adanya remaja yang mengidap 'tumor langka' di Kampung Nangela Rt 004/001, Desa Babakan Caringin, Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat. Sabtu, (21/11/2020).


Alip Maulana (13), kurang lebih setahun yang lalu, ia mengalami kecelakaan di motor bersama dua temannya. Dan sejak saat itu hingga kini Alip sering keluar masuk RS, bahkan ada salah seorang Dr yang mengatakan bahwa itu adalah 'tumor langka.


Dedi ayah Alip mengatakan, hanya bekerja sebagai seorang sopir dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara Hanifah (ibu Alip Maulana) sebelumnya jualan bakso. Tapi sejak Alip Maulana sakit berat keduanya jadi tidak bisa bekerja, karena anaknya tidak mau ditinggalkan.


"Pekerjaan saya sopir pak (red), istri jualan bakso depan rumah. Sejak anak saya sakit seperti ini, kami nggak bisa bekerja karena Alip Maulana nggak mau ditinggalkan," kata Dedi seraya matanya berkaca-kaca, saat ditemui dirumanya, 


Dedi melanjutkan, kalau untuk berobat alhamdulillah gratis pake BPJS, mobil juga suka pake ambulance desa. Cuma yang jadi pikiran saya untuk bekal sehari-harinya, sementara kami nggak bisa bekerja untuk biaya Alip Maulana saja seharinya mencapai Rp.150.000,-.


"Saya sudah malu pinjam sana-sini, ya kadang ada juga yang ngasih buat bekal. Pak kades juga sering kesini, kalau mau berobat ke RS di Bandung pak kades suka ngasih bekal," akunya.


Besar harapan Dedi adanya keajaiban untuk anaknya, karena menurutnya upaya yang sudah dilakukan beserta keluarganya sudah cukup maksimal.


"Saya hanya bisa pasrah semoga ada kejaiban untuk anak saya," harapnya.


Sementara itu saat ditemui diruang kerjanya, Kepala Desa Babakan Caringin Ihin Solihin, mengaku sudah mengetahui keberadaan warganya yang sakit itu. Ia pun berusaha sebisanya untuk membantu keluarga tersebut.


"Sebagai pimpinan di desa ini, tentunya saya harus turut serta membantunya karena itu adalah warga saya," kata Ihin.


Kalau mau berobat ke RS di Bandung, lanjut Ihin, Dedi suka pakai ambulance desa gratis untuk meringankan bebannya.


"Karena sudah tidak bisa bekerja lantaran anaknya nggak mau ditinggalkan, untuk antar jemput pengobatan ke Bandung suka pakai ambulance desa dan biayanya di vover BPJS gratis," ungkapnya.


Ihin juga berterimakasih kepada warga yang sudah mau membantu keluarga Dedi disaat seperti ini.


"Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para dermawan yang sudah membantu keluarga Dedi. Dan untuk Dedi sekeluarga semoga diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian ini," ucapnya. (Tomi/Red)