Anak NKRI: UU Cipta Kerja Wajib Tumbang

Advertisement




Anak NKRI: UU Cipta Kerja Wajib Tumbang

SANGRAJAWALI
14 Oktober 2020


Sangrajawali News | Jakarta - Demonstrasi Instruksi Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) yang bertempat di sekitaran Patung Kuda, Gambir Jakarta Pusat pada Selasa, (13/10/2020) Berujung Kisruh.


Tema utama dari demonstrasi anak NKRI ini adalah  "Jangan pulang sebelum UU ciptaker tumbang", yang dihadiri oleh puluhan ormas Islam dan beberapa elemen pergerakan seperti FPI, PA 212, GNPF, Bang Japar, Ikatan Keluarga Besar Alumni UI  dan beberapa ormas Islam turut andil meramaikan Aksi demo tersebut. 


Anak NKRI menuntut 3 hal diantaranya Tumbangkan Jokowi, Bubarkan par-Tai Pro UU cilaka, Tolak dan Batalkan UU Cilaka. 


Abdul Qodir, AK selaku koordinator lapangan meminta seluruh massa yang tergabung dalam demonstrasi tidak terprovokasi dan ikuti komando  langsung korlap. 


Orator beken yang sedang naik daun  hadir meramaikan suasana diantaranya Ustd. Yahya Waloni, Gusnur dan beberapa ulama serta ustazah menyampaikan aspirasinya pada demonstrasi tersebut. 


Namun disayangkan setelah demonstrasi bubar, dalam sekejap ada Banyak  siswa STM dan oknum yang melempari aparat kepolisian dan TNI dengan batu dan botol air mineral, sontak pembela negara tersebut langsung membalas dengan tembakan gas air mata. 


Kisruh berawal bukan dari massa demonstrasi akan tetapi dari kumpulan provokator diluar demo yang berada di sebrang mobil panggung orasi, dalam hitungan detik kericuhan pecah dan massa berlarian menyelamatkan diri.



Aksi saling lempar batu dan tembakan gas air mata juga terjadi di sekitar Tugu Tani, yang mengakibatkan kisruh serta ditangkapnya 4 orang provokator di tempat kejadian perkara. 


Saling serang antara massa dan pihak kepolisian juga terjadi di depan pintu Monas dan Stasiun Gambir, yang mengakibatkan Polantas memberlakukan rekayasa lalu lintas karena insiden bentrokan tersebut.


(Sofyan Ahmad/Red)