Belum Ada Kepastian, Calon Kades Minta Bupati Eka Segera Putuskan Jadwal Pilkades

Advertisement




Belum Ada Kepastian, Calon Kades Minta Bupati Eka Segera Putuskan Jadwal Pilkades

SANGRAJAWALI
07 Agustus 2020

Cakades Tanjung Sari Jamaludin foto bersama usai mendaftar

Sangrajawali News, BEKASI - Belum adanya kepastian kapan pemilihan kepala desa di enam belas desa yang berada di wilayah kabupaten Bekasi, setelah sebelumnya dilakukan penundaan akibat pandemi covid-19. Akibatnya beberapa para calon kepala desa mulai merasa resah dan meminta Bupati Eka Supria Atmaja untuk segera mengeluarkan keputusan terkait hal tersebut.

Pemintaan agar Bupati Bekasi untuk segera memutuskan dan menetapkan penyelenggaraan Pilkades, salah satunya datang dari Jamaludin calon kepala desa Tanjung Sari, kecamatan Cikarang Utara.

Menurutnya, semua tahapan menuju pemilihan kepala desa mulai dari seleksi, nomor urut hingga kampanye sudah dilewati. Tentunya sudah begitu lama berlarut-larut tanpa adanya kepastian kapan diselenggarakannya pemilihan kepala desa.

"Seluruh tahapan sudah dilakukan dari penyeleksian, pengambilan nomer undi dan kampanye sudah kami lakukan, hanya tinggal pemilihan yang belum ada kepastian dari Bupati Bekasi" ungkap Jamaludin, Kamis (6/8/2020).

Masih kata dia, jika berkaca pada kabupaten Bogor yang masih berstatus zona merah dalam penanganan covid-19 sudah memutuskan untuk melakukan pemilihan kepala desa secara serentak.

"Lihat saja kabupaten Bogor yang merupakan zona merah, namun kepala daerahnya berani mengambil sikap untuk melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak, namun dalam pemilihan nanti tetap menjalankan protokol kesehatan" terangnya.

Ia bersama para calon kepala desa di enam desa yang akan menggelar Pilkades serentak telah saling berkoordinasi, jika belum juga ada kepastian kapan diselenggarakannya pemilihan kepala desa maka mereka akan menggelar aksi unjuk rasa menuntut Pilkades digelar secepatnya.

"Jangan sampai ada reaksi yang akan menimbulkan preseden tidak baik di mata masyarakat, meski para calon kepala desa bisa menuntut pemerintah kabupaten Bekasi yang belum juga memberikan kepastian pemilihan kepala desa," tandasnya.

Sementara Agus Sopyan calon kepala desa Segara Makmur sekaligus ketua APDESI juga memberikan tanggapannya terkait hal tersebut.

Ia meminta kepada Bupati untuk berani mengambil langkah tegas dan memastikan pelaksanaan Pilkades di enam belas desa segera gelar.

"Karena dengan belum adanya keputusan bupati dalam pemilihan kepala desa membuat sejumlah calon kepala desa resah, kasihan juga calon kepala desa dengan belum jelasnya pemilihan desa yang belum di putuskan bupati Bekasi," ungkapnya. (Cemat)